Postingan

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 31 – Apakah dia Sang Api?| By: Desya Saghir

Mereka semakin terkejut, karena dari balik awan rendah yang menggantung separuh pekat, munculah sesosok perahu hantu transparan, besar   dan melayang menembus awan malam. Tirai putih panjang dengan bagian dalam jendela yang begitu gelap gulita, seakan menyembunyikan kegelapan yang tak terjamah cahaya, menjadikan perahu besar tersebut semakin terlihat cukup mengerikan. Namun anehnya, Gada Sangkara malah tersenyum senang. “Ini kebetulan yang baik, kita bertemu dengan perpustakaan khusus untuk para Delegasi utusan Astamaya.” Ucap Gada Sangkara yang sontak membuat semuanya menoleh terkejut.   “Kamuflase yang menarik bukan! Hahaha… kita harus segera naik ke atas, disana kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi dengan sangat lengkap.” ucap Gada Sangkara, yang sontak membuat semua kembali menoleh terkejut ke arah perahu hantu tersebut. Begitu awan terbang yang dibuat Ragadewa mendarat, hawa dingin dan kelam langsung menyergap mereka semua. Adhit sendiri sampai refleks me...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 30 – Memetakan letak Sang Api | By: Desya Saghir

Di tengah perjalanan mencari Sang Api, pecahan dari batu dari Hyang Sawarga. Mereka malah tidak sengaja bertemu dengan Jinn Si Kelinci, yang tengah mengendap sambil membawa sekotak penuh botol ramuan pesanan Kakek Addar.   “Jinn!” Teriak Galuh dan Adhit kaget bersamaan, mereka berdua tampak bahagia ketika menemukan Jinn Si Kelinci ditengah semua kelelahan yang terjadi. “Aah.. Nona Galuh! Adhit! Dan semuanya, senang sekali bisa bertemu anda semua disini!” Ucap Jinn Si Kelinci sambil berjingkrak senang. Setelah saling memeluk, Jinn Si Kelinci bercerita banyak hal, termasuk kabar bahwa Taphilli yang telah sampai dengan selamat. Bahkan kabarnya, Taphilli menjadi salah satu kandidat yang membantu paman Galuh, Maharaja Ranji Raspati. Ia menjadi orang penting dalam lingkaran sesepuh Kaum Luhur, dalam membuka kecurangan para Bangsawan licik melalui ramuan-ramuan miliknya. “Rasakan para Bangsawan licik! kalian semakin mati kutu sekarang!” ucap Galuh puas. Semua yang mendengar umpata...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 29 – Sang Air | By: Desya Saghir

Setelah terkejut, Gada Sangkara memberi kode pada yang lain untuk menahan diri dulu. Ia merasa pernah mendengar ciri-ciri tentang pertapa merah ini, namun entah dimana. “Si Merah Gila?” ucap Gada Sangkara terkejut saat pertapa tersebut menyebutkan namanya. “Berarti anda adalah orang yang sering disebutkan Tuan Addar dalam rapat Istana! Sebuah kehormatan besar bisa bertemu Anda secara langsung!” ucap Gada Sangkara lagi sambil menjabat tangan pertapa tersebut dengan penuh antusias. Gada kini merasa tenang, pria dihadapannya ternyata bukan musuh! melainkan pertapa yang justru selalu dipuji oleh para Tetua Putih, terutama Kakek Addar. Si Merah Gila sendiri, ia tertawa begitu senang karena ternyata dirinya dikenali. Melihat penampilan Si Merah Gila yang cukup kontroversial, sontak semua yang mendengarnya langsung terkejut. “Kamu yakin ia seorang pertapa sakti?” Bisik Adhit ragu. “Dulu ia tidak seperti itu, menurut yang saya dengar, ada sesuatu hal yang merubahnya hingga seperti in...