Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Astamaya – Buku 3: Perjalanan Pulang | Bab 41 – Kejutan Adhit! | By: Desya Saghir - Tamat -

Disudut Istana yang telah tenang, Adhit termenung. Rahangnya mengeras saat mengingat Galuh yang dulu bersinar penuh semangat, kini dinyatakan koma karena kerusakan otak yang sangat parah. Serangan terakhir Saguri, benar-benar menghancurkan masa depan Galuh sebagai pewaris tahta selanjutnya. Adhit duduk disamping Galuh yang telah divonis akan tertidur selamanya. Galuh tidak mati, nafasnya berjalan teratur seakan ia sedang tertidur pulas, tetapi jiwanya seolah terus menjauh dari jangkauan Adhit. “Mengapa saya tidak bisa melindungi kamu saat itu,” sesal Adhit dengan nada perih yang amat dalam. Ia begitu patah hati hingga jiwanya dipenuhi rasa yang begitu sakit. “Jangankan kamu Dhit, saya yang saat itu juga ada disampingnya, tidak mengira akan datang serangan tidak terduga dari Saguri yang telah sekarat.” Ucapan tersebut sontak membuat Adhit menoleh kaget. Ternyata dibelakangnya sudah ada Ragadewa, ditemani Gada Sangkara yang kini telah pulih. Keduanya memakai pakaian dan ikat kepala lelak...

Astamaya – Buku 3: Perjalanan Pulang | Bab 41 – Kejutan Adhit! | By: Desya Saghir - Tamat -

Disudut Istana yang telah tenang, Adhit termenung. Rahangnya mengeras saat mengingat Galuh yang dulu bersinar penuh semangat, kini dinyatakan koma karena kerusakan otak yang sangat parah. Serangan terakhir Saguri, benar-benar menghancurkan masa depan Galuh sebagai pewaris tahta selanjutnya. Adhit duduk disamping Galuh yang telah divonis akan tertidur selamanya. Galuh tidak mati, nafasnya berjalan teratur seakan ia sedang tertidur pulas, tetapi jiwanya seolah terus menjauh dari jangkauan Adhit. “Mengapa saya tidak bisa melindungi kamu saat itu,” sesal Adhit dengan nada perih yang amat dalam. Ia begitu patah hati hingga jiwanya dipenuhi rasa yang begitu sakit. “Jangankan kamu Dhit, saya yang saat itu juga ada disampingnya, tidak mengira akan datang serangan tidak terduga dari Saguri yang telah sekarat.” Ucapan tersebut sontak membuat Adhit menoleh kaget. Ternyata dibelakangnya sudah ada Ragadewa, ditemani Gada Sangkara yang kini telah pulih. Keduanya memakai pakaian dan ikat kepala lelak...

Astamaya – Buku 3: Perjalanan Pulang | Bab 40 – Rencana Saguri| By: Desya Saghir

Adhit dan Jinn Si Kelinci yang akhirnya bisa bernapas lega, kini keduanya menatap kagum pada sepak terjang Dharma dalam melawan para prajurit hitam. Pemandangan yang begitu kontras antara seorang pertapa muda sopan berusia lima belas tahun, yang dibantu para Monster Astamaya yang terkenal brutal dan berwajah garang, lalu bertarung melawan pasukan hitam yang semuanya kekar dan tinggi besar. Berkat Dharma dan para Monster Astamaya yang ia bawa, pertarungan yang semula sangat timpang, kini jadi seimbang. Karena hal itu pula, Ragadewa berhasil menaklukan sekaligus menyadarkan Kahiyang Raga beserta beberapa Kaum Astamaya berkekuatan Istimewa lainnya. Kini mereka berbalik arah, berdiri bersama Ragadewa dalam melawan pasukan hitam disekitar Saguri. Ini membuat beberapa Jenderal Hitam langsung mundur ketakutan. Setelah sebagian pasukan mereka dibabat habis oleh para Monster yang dibawa Dharma sang pertapa, kini semakin habis saja karena Kaum Astamaya berkekuatan Istimewa berbalik melawan. ...