Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Astamaya – Buku 3: Perjalanan Pulang | Bab 41 – Kejutan Adhit! | By: Desya Saghir - Tamat -

Disudut Istana yang telah tenang, Adhit termenung. Rahangnya mengeras saat mengingat Galuh yang dulu bersinar penuh semangat, kini dinyatakan koma karena kerusakan otak yang sangat parah. Serangan terakhir Saguri, benar-benar menghancurkan masa depan Galuh sebagai pewaris tahta selanjutnya. Adhit duduk disamping Galuh yang telah divonis akan tertidur selamanya. Galuh tidak mati, nafasnya berjalan teratur seakan ia sedang tertidur pulas, tetapi jiwanya seolah terus menjauh dari jangkauan Adhit. “Mengapa saya tidak bisa melindungi kamu saat itu,” sesal Adhit dengan nada perih yang amat dalam. Ia begitu patah hati hingga jiwanya dipenuhi rasa yang begitu sakit. “Jangankan kamu Dhit, saya yang saat itu juga ada disampingnya, tidak mengira akan datang serangan tidak terduga dari Saguri yang telah sekarat.” Ucapan tersebut sontak membuat Adhit menoleh kaget. Ternyata dibelakangnya sudah ada Ragadewa, ditemani Gada Sangkara yang kini telah pulih. Keduanya memakai pakaian dan ikat kepala lelak...

Astamaya – Buku 1: Galuh dan Para Ajag Terkutuk! | BAB 2 – Tempat yang tidak biasa | By: Desya Saghir

“Tidaak!.. tempat apa ini! katamu saya harus cepat pulang!” teriak pemuda tersebut panik, ia mundur, lalu bersiap untuk lari. “Disini bukan dunia Manusia,” ucap Galuh dingin. “Diluar sana terdapat banyak monster buas yang kelaparan, rawa penghisap, akar beracun, pohon pemakan daging dalam jalur hutan linglung. Maka, sekali kamu masuk kedalam jalur hutan linglung, selamanya pula tidak pernah keluar dari hutan tersebut sampai terhisap mati oleh pohon pemakan daging!” Ucap Galuh sambil menyilangkan tangannya, ia benar-benar tahu jawaban apa yang akan ia dapatkan. “ Ba..baiklah..” ucap pemuda tersebut pasrah, lalu Galuh mengangguk sambil tersenyum tipis. “Lalu untuk apa saya dibawa ke tempat seperti ini?” tanya pemuda tersebut sambil memandang sekeliling dengan ngeri. Tempat tersebut benar-benar menakutkan! Sedangkan satu-satunya cahaya yang ada disana hanya sinar bulan, itupun dari balik rimbunnya pepohonan sehingga sangat temaram. Alih-alih menjawab, Galuh malah langsung menuju sisi tebi...

Astamaya – Buku 1: Galuh dan Para Ajag Terkutuk! | BAB 1 - Tamu tak diundang! | By: Desya Saghir

Saat sedang memantau sekitar, Galuh mendadak tersentak! Dari balik rimbunnya semak dan pepohonan, ia melihat seorang pemuda bersembunyi dibalik bebatuan besar dengan takut. “Sedang apa malam-malam begini manusia ada di wilayah kami?” pikir Galuh heran sekaligus waspada. Merasa ada yang tidak beres, Galuh segera menatap sekitar untuk mencari penyebab, namun ia tidak menemukan kejanggalan apapun.   Galuh menatap kembali pada pemuda tadi. Wajahnya tampak pucat dengan raut penuh ketakutan. Namun tak lama, tanah dibawah kakinya tiba-tiba bergetar hebat. Kerikil-kerikil sekitar saling melompat liar, dibarengi datangnya hawa dingin yang menyeruak paksa, kini Galuh tahu siapa yang membuat pemuda ini begitu sangat ketakutan. “Dwasa sialan, sedang apa dia disini!” umpat Galuh dengan geram, setelah itu ia segera menaiki Ajag atau Monster anjing hutan berbulu kasar setinggi dirinya. Dengan perlahan ia membawa Ajagnya mengendap menuju tempat pemuda tersebut berada. Saat sudah dekat, den...