Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 31 – Apakah dia Sang Api?| By: Desya Saghir

Mereka semakin terkejut, karena dari balik awan rendah yang menggantung separuh pekat, munculah sesosok perahu hantu transparan, besar   dan melayang menembus awan malam. Tirai putih panjang dengan bagian dalam jendela yang begitu gelap gulita, seakan menyembunyikan kegelapan yang tak terjamah cahaya, menjadikan perahu besar tersebut semakin terlihat cukup mengerikan. Namun anehnya, Gada Sangkara malah tersenyum senang. “Ini kebetulan yang baik, kita bertemu dengan perpustakaan khusus untuk para Delegasi utusan Astamaya.” Ucap Gada Sangkara yang sontak membuat semuanya menoleh terkejut.   “Kamuflase yang menarik bukan! Hahaha… kita harus segera naik ke atas, disana kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi dengan sangat lengkap.” ucap Gada Sangkara, yang sontak membuat semua kembali menoleh terkejut ke arah perahu hantu tersebut. Begitu awan terbang yang dibuat Ragadewa mendarat, hawa dingin dan kelam langsung menyergap mereka semua. Adhit sendiri sampai refleks me...

Astamaya – Buku 1: Galuh dan Para Ajag Terkutuk! | BAB 2 – Tempat yang tidak biasa | By: Desya Saghir

“Tidaak!.. tempat apa ini! katamu saya harus cepat pulang!” teriak pemuda tersebut panik, ia mundur, lalu bersiap untuk lari. “Disini bukan dunia Manusia,” ucap Galuh dingin. “Diluar sana terdapat banyak monster buas yang kelaparan, rawa penghisap, akar beracun, pohon pemakan daging dalam jalur hutan linglung. Maka, sekali kamu masuk kedalam jalur hutan linglung, selamanya pula tidak pernah keluar dari hutan tersebut sampai terhisap mati oleh pohon pemakan daging!” Ucap Galuh sambil menyilangkan tangannya, ia benar-benar tahu jawaban apa yang akan ia dapatkan. “ Ba..baiklah..” ucap pemuda tersebut pasrah, lalu Galuh mengangguk sambil tersenyum tipis. “Lalu untuk apa saya dibawa ke tempat seperti ini?” tanya pemuda tersebut sambil memandang sekeliling dengan ngeri. Tempat tersebut benar-benar menakutkan! Sedangkan satu-satunya cahaya yang ada disana hanya sinar bulan, itupun dari balik rimbunnya pepohonan sehingga sangat temaram. Alih-alih menjawab, Galuh malah langsung menuju sisi tebi...

Astamaya – Buku 1: Galuh dan Para Ajag Terkutuk! | BAB 1 - Tamu tak diundang! | By: Desya Saghir

Saat sedang memantau sekitar, Galuh mendadak tersentak! Dari balik rimbunnya semak dan pepohonan, ia melihat seorang pemuda bersembunyi dibalik bebatuan besar dengan takut. “Sedang apa malam-malam begini manusia ada di wilayah kami?” pikir Galuh heran sekaligus waspada. Merasa ada yang tidak beres, Galuh segera menatap sekitar untuk mencari penyebab, namun ia tidak menemukan kejanggalan apapun.   Galuh menatap kembali pada pemuda tadi. Wajahnya tampak pucat dengan raut penuh ketakutan. Namun tak lama, tanah dibawah kakinya tiba-tiba bergetar hebat. Kerikil-kerikil sekitar saling melompat liar, dibarengi datangnya hawa dingin yang menyeruak paksa, kini Galuh tahu siapa yang membuat pemuda ini begitu sangat ketakutan. “Dwasa sialan, sedang apa dia disini!” umpat Galuh dengan geram, setelah itu ia segera menaiki Ajag atau Monster anjing hutan berbulu kasar setinggi dirinya. Dengan perlahan ia membawa Ajagnya mengendap menuju tempat pemuda tersebut berada. Saat sudah dekat, den...