Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 31 – Apakah dia Sang Api?| By: Desya Saghir

Mereka semakin terkejut, karena dari balik awan rendah yang menggantung separuh pekat, munculah sesosok perahu hantu transparan, besar   dan melayang menembus awan malam. Tirai putih panjang dengan bagian dalam jendela yang begitu gelap gulita, seakan menyembunyikan kegelapan yang tak terjamah cahaya, menjadikan perahu besar tersebut semakin terlihat cukup mengerikan. Namun anehnya, Gada Sangkara malah tersenyum senang. “Ini kebetulan yang baik, kita bertemu dengan perpustakaan khusus untuk para Delegasi utusan Astamaya.” Ucap Gada Sangkara yang sontak membuat semuanya menoleh terkejut.   “Kamuflase yang menarik bukan! Hahaha… kita harus segera naik ke atas, disana kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi dengan sangat lengkap.” ucap Gada Sangkara, yang sontak membuat semua kembali menoleh terkejut ke arah perahu hantu tersebut. Begitu awan terbang yang dibuat Ragadewa mendarat, hawa dingin dan kelam langsung menyergap mereka semua. Adhit sendiri sampai refleks me...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 30 – Memetakan letak Sang Api | By: Desya Saghir

Di tengah perjalanan mencari Sang Api, pecahan dari batu dari Hyang Sawarga. Mereka malah tidak sengaja bertemu dengan Jinn Si Kelinci, yang tengah mengendap sambil membawa sekotak penuh botol ramuan pesanan Kakek Addar.   “Jinn!” Teriak Galuh dan Adhit kaget bersamaan, mereka berdua tampak bahagia ketika menemukan Jinn Si Kelinci ditengah semua kelelahan yang terjadi. “Aah.. Nona Galuh! Adhit! Dan semuanya, senang sekali bisa bertemu anda semua disini!” Ucap Jinn Si Kelinci sambil berjingkrak senang. Setelah saling memeluk, Jinn Si Kelinci bercerita banyak hal, termasuk kabar bahwa Taphilli yang telah sampai dengan selamat. Bahkan kabarnya, Taphilli menjadi salah satu kandidat yang membantu paman Galuh, Maharaja Ranji Raspati. Ia menjadi orang penting dalam lingkaran sesepuh Kaum Luhur, dalam membuka kecurangan para Bangsawan licik melalui ramuan-ramuan miliknya. “Rasakan para Bangsawan licik! kalian semakin mati kutu sekarang!” ucap Galuh puas. Semua yang mendengar umpata...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 29 – Sang Air | By: Desya Saghir

Setelah terkejut, Gada Sangkara memberi kode pada yang lain untuk menahan diri dulu. Ia merasa pernah mendengar ciri-ciri tentang pertapa merah ini, namun entah dimana. “Si Merah Gila?” ucap Gada Sangkara terkejut saat pertapa tersebut menyebutkan namanya. “Berarti anda adalah orang yang sering disebutkan Tuan Addar dalam rapat Istana! Sebuah kehormatan besar bisa bertemu Anda secara langsung!” ucap Gada Sangkara lagi sambil menjabat tangan pertapa tersebut dengan penuh antusias. Gada kini merasa tenang, pria dihadapannya ternyata bukan musuh! melainkan pertapa yang justru selalu dipuji oleh para Tetua Putih, terutama Kakek Addar. Si Merah Gila sendiri, ia tertawa begitu senang karena ternyata dirinya dikenali. Melihat penampilan Si Merah Gila yang cukup kontroversial, sontak semua yang mendengarnya langsung terkejut. “Kamu yakin ia seorang pertapa sakti?” Bisik Adhit ragu. “Dulu ia tidak seperti itu, menurut yang saya dengar, ada sesuatu hal yang merubahnya hingga seperti in...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | Bab 28 – Perjalanan Mencari Sang Air | By: Desya Saghir

Diperjalanan, mereka malah tidak sengaja bertemu seorang pemandu wisata cantik bernama Dahayu. Persis seperti namanya, perempuan ini bukan hanya cantik, ia juga periang, cerdas dan juga sangat ramah. Semua pria seakan terpana dengan pesona Dahayu. Selain mempunyai gummy smile yang amat sangat manis, ia juga mempunyai kulit yang eksotis dan rambut bergelombang sepunggung, yang menjadikan ia semakin cantik menggigit. Sekalipun NaRaja sering berdecih dalam pikiran Galuh, namun Galuh sendiri juga mengakui, selain cantik, karakter Dahayu yang begitu periang dan penuh canda tawa, menjadikan siapapun akan selalu betah berlama-lama dengan Dahayu. “Iya, saya tahu kok NaRajaa.. hanya Hailana sang Dewi Ruh yang menurutmu wanita paling terrrbaiiiik!” goda Galuh jahil. Sontak ucapan tersebut membuat NaRaja panik dan langsung meracau. Para Ajag yang mendengar semua itu, langsung terbahak hingga gaduhnya memenuhi alam pikiran Galuh. Sedangkan Soma Wisesa, begitu Nawang Wulan kembali masuk ked...

Astamaya – Buku 2: Hyang Sawarga | BAB 27 – Kejutan besar dari Taphilli.| By: Desya Saghir

 Mereka semua tercekat! mata mereka kini benar-benar dibanjiri kemewahan yang tidak terduga. “Ini.. ini benar-benar sangat diluar dugaan!” ucap Galuh sambil menyentuh salah satu gorden sutra batik garutan, bermotif flora dan fauna anggun, yang terbingkai sulaman benang emas dengan detail menakjubkan. Kilau cahaya matahari dari luar yang menembus gorden, membuat detail benang emas tersebut berkilat sehingga membuat Galuh semakin terpesona. Namun, tiba-tiba sebuah hembusan angin sepoi dari balik gorden membuat Galuh cukup penasaran. Setelah gorden ia sibak, seketika Galuh langsung tersentak! Dari balik jendela jati tua kokoh yang begitu besar, Galuh mendapati pemandangan jauh berupa pegunungan dengan panorama yang menantang logika imaginasinya sendiri. Mataharinya yang terlihat begitu nyata, melapisi pegunungan tersebut dengan semburat cahaya keemasan yang tidak terdefinisi. Indah, hangat, namun menyimpan sesuatu yang tidak bisa ia percaya. Saat melongok kebawah, Galuh semakin ...